<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The KiLLeR DoLL</title>
	<atom:link href="http://thekillerdoll.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thekillerdoll.wordpress.com</link>
	<description>WelCoME  MY PaGe</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 May 2010 19:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thekillerdoll.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/947470725ab01661f3aa40b78f8cce8d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>The KiLLeR DoLL</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thekillerdoll.wordpress.com/osd.xml" title="The KiLLeR DoLL" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thekillerdoll.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pembayaran PLN Online</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/05/15/50/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/05/15/50/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 18:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[PENGUJIAN HIPOTESIS 1. PENDAHULUAN • Hipotesis Statistik  : pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. • Pengujian hipotesis  berhubungan dengan penerimaan atau penolakan suatu hipotesis. • Kebenaran (benar atau salahnya ) suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali kita memeriksa seluruh populasi. (Memeriksa seluruh populasi? Apa mungkin?) • Lalu apa yang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=50&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGUJIAN HIPOTESIS </strong></p>
<p><strong>1. PENDAHULUAN</strong></p>
<p>• Hipotesis Statistik  : <strong>pernyataan </strong>atau<strong> dugaan</strong> mengenai satu atau lebih populasi.</p>
<p>• Pengujian hipotesis  berhubungan dengan penerimaan atau penolakan suatu hipotesis.</p>
<p>• Kebenaran (benar atau salahnya ) suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali kita memeriksa <strong>seluruh populasi</strong>. (Memeriksa seluruh populasi? Apa mungkin?)</p>
<p>• Lalu apa yang kita lakukan, jika kita tidak mungkin memeriksa seluruh populasi untuk memastikan kebenaran suatu hipotesis?</p>
<p>• Kita dapat mengambil sampel acak, dan menggunakan informasi (atau bukti) dari sampel itu untuk menerima atau menolak suatu hipotesis.</p>
<p><strong>Penerimaan</strong> suatu hipotesis terjadi karena <strong>TIDAK CUKUP BUKTI</strong> untuk <strong>MENOLAK </strong>hipotesis tersebut dan <strong>BUKAN</strong> karena <strong>HIPOTESIS ITU BENAR</strong></p>
<p>dan</p>
<p><strong>Penolakan</strong> suatu hipotesis terjadi karena <strong>TIDAK CUKUP BUKTI</strong> untuk <strong>MENERIMA</strong> hipotesis tersebut dan <strong>BUKAN</strong> karena <strong>HIPOTESIS ITU SALAH.</strong></p>
<p>• Landasan penerimaan dan penolakan hipotesis seperti ini, yang menyebabkan para statistikawan atau peneliti mengawali pekerjaan dengan terlebih dahulu membuat <strong><em>hipotesis yang diharapkan ditolak, tetapi dapat membuktikan bahwa pendapatnya dapat diterima</em></strong>.</p>
<p>Perhatikan contoh-contoh berikut :</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></strong></p>
<p>Sebelum tahun 1990, pendaftaran pembayaran PLN  dilakukan dengan pengisian formulir secara manual.  Pada tahun 1990, pendaftaran pembayaran PLN  sekarang memperkenalkan sistem Pembayaran &#8220;ON-LINE&#8221;.</p>
<p>Seorang Staf  PLN  ingin membuktikan pendapatnya “bahwa rata-rata waktu pembayaran dengan sistem ON-LINE akan lebih cepat dibanding dengan sistem yang lama” Untuk membuktikan pendapatnya, ia akan membuat hipotesis awal, sebagai berikut :</p>
<p><strong>Hipotesis Awal</strong> :  rata-rata waktu pembayaran SISTEM &#8220;ON-LINE&#8221; sama saja dengan</p>
<p>SISTEM LAMA.</p>
<p>Staf  PLN  tersebut akan mengambil sampel dan berharap hipotesis awal ini ditolak, sehingga pendapatnya dapat diterima!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENJELASAN</strong></p>
<p>• Hipotesis Awal yang diharap akan ditolak disebut : <strong>Hipotesis Nol</strong> (</p>
<p>)</p>
<p>Hipotesis Nol juga sering menyatakan kondisi yang menjadi dasar pembandingan.</p>
<p>• Penolakan   <em>H</em></p>
<p>membawa kita pada penerimaan <strong>Hipotesis Alternatif</strong> (<em>H</em></p>
<p>) (beberapa buku menulisnya sebagai</p>
<p>)</p>
<p>• Nilai Hipotesis Nol (</p>
<p>) harus menyatakan dengan pasti nilai parameter.</p>
<p><em>H</em></p>
<p>→  ditulis dalam bentuk persamaan</p>
<p>• Sedangkan Nilai Hipotesis Alternatif () dapat memiliki beberapa kemungkinan.</p>
<p><em>H</em></p>
<p>→ ditulis dalam bentuk pertidaksamaan (&lt; ; &gt; ; ≠)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">lihat Contoh Diatas</span></strong></p>
<p>Pada sistem lama, rata-rata waktu pembayaran  adalah  30  menit</p>
<p>Kita akan menguji pendapat Staf  PLN  tersebut, maka</p>
<p>Hipotesis awal dan Alternatif yang dapat kita buat :</p>
<p>: µ = 30 menit (sistem baru dan sistem lama tidak berbeda)</p>
<p>: µ ≠ 30 menit (sistem baru tidak sama dengan sistem lama)</p>
<p>atau</p>
<p>: µ = 30 menit (sistem baru sama dengan sistem lama)</p>
<p>: µ &lt; 30 menit ( sistem baru lebih cepat)</p>
<p><strong>PERHATIKAN : </strong></p>
<p>• Penolakan atau Penerimaan Hipotesis dapat membawa kita pada 2 jenis kesalahan (kesalahan= error = galat), yaitu :</p>
<p>1. <strong><em>Galat Jenis 1 </em></strong> →  Penolakan Hipotesis Nol (<em>H</em></p>
<p>) yang benar</p>
<p>Galat Jenis 1 dinotasikan sebagai α</p>
<p>α juga disebut → <strong><em>taraf nyata </em></strong>uji</p>
<p>Catatan :  konsep α dalam Pengujian Hipotesis sama dengan konsep konsep</p>
<p>α pada  Selang Kepercayaan</p>
<p>2. <strong><em>Galat Jenis 2</em></strong> → Penerimaan Hipotesis Nol (<em>H</em></p>
<p>) yang salah</p>
<p>Galat Jenis 2 dinotasikan sebagai β</p>
<p>• Prinsip pengujian hipotesis yang baik adalah meminimalkan nilai α dan β</p>
<p>• Dalam perhitungan, <strong><em>nilai </em></strong>α<strong><em> dapat dihitung</em></strong> sedangkan nilai β hanya bisa dihitung jika nilai hipotesis alternatif sangat spesifik.</p>
<p>• Pada pengujian hipotesis, kita <strong>lebih sering berhubungan dengan nilai </strong>α<strong>. </strong>Dengan asumsi, nilai α yang kecil juga mencerminkan nilai β yang juga kecil.</p>
<p>• <strong><em>Prinsip pengujian hipotesa</em></strong> adalah perbandingan nilai statistik uji (z hitung atau t hitung) dengan nilai titik kritis (Nilai z tabel atau t Tabel)</p>
<p>• <strong><em>Titik Kritis</em></strong> adalah nilai yang menjadi batas daerah penerimaan dan penolakan hipotesis.</p>
<p>• Nilai α<strong> </strong>pada <strong>z</strong> atau <strong>t</strong> tergantung dari <strong><em>arah pengujian</em></strong> yang dilakukan.</p>
<p><strong>2. ARAH PENGUJIAN HIPOTESIS </strong></p>
<p>• Pengujian Hipotesis dapat dilakukan secara :</p>
<p>1. Uji Satu Arah</p>
<p>2. Uji Dua Arah</p>
<p><strong>2.1  UJI SATU ARAH<em> </em></strong></p>
<p>Pengajuan <em>H</em></p>
<p>dan <em>H</em></p>
<p>dalam  uji satu arah adalah sebagai berikut:</p>
<p>: ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)</p>
<p>: ditulis dalam bentuk lebih besar (&gt;) atau lebih kecil (&lt;)</p>
<p><strong>Contoh Uji Satu Arah </strong></p>
<p>a.</p>
<p>: µ = 30 menit   b.</p>
<p>: µ = 2 juta</p>
<p>: µ &lt; 30 menit</p>
<p>: µ &lt; 2  juta</p>
<p>Nilai α <strong>tidak dibagi</strong> dua, karena seluruh α diletakkan hanya di salah satu sisi selang</p>
<p>misalkan :</p>
<p>:</p>
<p>:</p>
<p>Wilayah Kritis **) :</p>
<p>atau <em>tt</em></p>
<p>*)</p>
<p>adalah suatu rata-rata yang diajukan dalam <em>H</em></p>
<p>**)       Penggunaan z atau t tergantung ukuran sampel</p>
<p>sampel besar menggunakan z; sampel kecil menggunakan t.</p>
<p>-z α atau &#8211; t(db;α) 0</p>
<p>daerah yang diarsir →  daerah penolakan hipotesis</p>
<p>daerah tak diarsir → daerah penerimaan hipotesis</p>
<p>misalkan :</p>
<p>:</p>
<p>:</p>
<p>Wilayah Kritis **) :   atau <em>tt</em></p>
<p>0         z  α  atau t (db;α)</p>
<p>daerah terarsir →  daerah penolakan hipotesis</p>
<p>daerah tak terarsir → daerah penerimaan hipotesis</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.2  UJI DUA ARAH </strong></p>
<p>Pengajuan <em>H</em></p>
<p>dan <em>H</em></p>
<p>dalam uji dua arah adalah sebagai berikut :</p>
<p>: ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)</p>
<p>: ditulis dengan menggunakan tanda ≠</p>
<p><strong><em>Contoh 7. </em></strong></p>
<p><strong>Contoh Uji Dua Arah </strong></p>
<p>a.</p>
<p>: µ = 30 menit    a.</p>
<p>: µ = 2 juta</p>
<p>: µ ≠ 30 menit</p>
<p>: µ ≠ 2 juta</p>
<p>Nilai α <strong>dibagi</strong> dua, karena α diletakkan di kedua  sisi selang</p>
<p>misalkan :</p>
<p>:</p>
<p>:</p>
<p>Wilayah Kritis **) :</p>
<p>dan</p>
<p>atau</p>
<p>dan</p>
<p>*)</p>
<p>adalah suatu rata-rata yang diajukan dalam <em>H</em></p>
<p>**)       Penggunaan z atau t tergantung ukuran sampel</p>
<p>sampel besar menggunakan z; sampel kecil menggunakan t.</p>
<p>luas daerah terarsir                                                         luas daerah terarsir ini =</p>
<p>ini = α/2 = 0.5%                                                     α/2 = 0.5%</p>
<p>-z α/2 atau   0  z α/2 atau</p>
<p>-t(db;α/2)    t(db;α/2)</p>
<p>daerah terarsir →  daerah penolakan hipotesis</p>
<p>daerah tak terarsir → daerah penerimaan hipotesis</p>
<p><strong>3. PENGERJAAN UJI HIPOTESIS </strong></p>
<p><strong>3.1 Tujuh (7) Langkah Pengerjaan Uji Hipotesis </strong></p>
<p>1. Tentukan <em>H</em> dan</p>
<p>02* Tentukan statistik uji [ z atau t]</p>
<p>3* Tentukan arah pengujian [1 atau 2]</p>
<p>4* Taraf Nyata Pengujian [α atau α/2]</p>
<p>5.  Tentukan nilai titik kritis atau daerah penerimaan-penolakan <em>H</em></p>
<p>6. Cari nilai Statistik Hitung</p>
<p>7. Tentukan Kesimpulan [terima atau tolak</p>
<p>]</p>
<p>*) Urutan pengerjaan langkah ke2, 3 dan 4 dapat saling dipertukarkan!</p>
<p>Beberapa Nilai z yang penting</p>
<p>=1.645</p>
<p>=1.96</p>
<p>= 2.33</p>
<p>= 2.575</p>
<p><strong>3.2 Rumus-rumus  Penghitungan Statistik Uji </strong></p>
<p>1. Rata-rata dari Sampel Besar</p>
<p>2. Rata-rata dari Sampel Kecil</p>
<p>3. Beda 2 Rata-rata dari Sampel Besar</p>
<p>4. Beda 2 Rata-rata dari Sampel Kecil</p>
<p><strong><em>3.2.1 Uji Hipotesis Rata-rata Sampel Besar </em></strong></p>
<p>(Uji 2 arah, α/2 = 0.5%, statistik uji=z)</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>3.2.2. Uji Hipotesis Rata-rata Sampel Kecil</em></strong></p>
<p><strong><em>3.2.3 Uji Hipotesis Beda 2 Rata-rata Sampel Besar </em></strong></p>
<p>=</p>
<p><strong><em>3.2.4 Uji Hipotesis Beda 2 Rata-rata Sampel Kecil </em></strong></p>
<p>=</p>
<p>Kalau kurang jelas  sudah saya kirim lewat email pak</p>
<p><a title="download File" href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=8f11265fce&amp;view=att&amp;th=1289d56212a6ed49&amp;attid=0.1&amp;disp=attd&amp;realattid=f_g97ko4bs0&amp;zw" target="_blank">Download</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=50&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/05/15/50/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Wajan BOLIC</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/13/cara-membuat-wajan-bolic/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/13/cara-membuat-wajan-bolic/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 06:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel ini akan dipraktekkan cara membuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail WiFi (Wireless Fidelity) adalah istilah generik untuk peralatan Wireless Lan atau WLAN. Biasa menggunakan keluarga standar IEEE 802.11 yang didukung oleh banyak vendor. Berdasarkan keputusan Menteri No.2 Tahun 2005 tentang penggunaan pita frekuensi 2400-2483.5MHz yang ditandatangani pada tanggal 5 januari 2005 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=44&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam artikel ini akan  dipraktekkan cara membuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan  Pigtail<br />
WiFi (Wireless Fidelity) adalah istilah generik untuk  peralatan Wireless Lan atau WLAN. Biasa menggunakan keluarga standar  IEEE 802.11 yang didukung oleh banyak vendor. Berdasarkan keputusan  Menteri No.2 Tahun 2005 tentang penggunaan pita frekuensi 2400-2483.5MHz  yang ditandatangani pada tanggal 5 januari 2005 aleh Mentri Perhubungan  M. Hatta Rajasa. Beberapa hal yang penting dari Keputusan Mentri No.2  Tahun 2005 adalah Anda tidak memerlukan izin stasiun radio dari  pemerintah untuk menjalankan peralatan internet pada frekuensi 2.4GHz,  tetapi dibatasi dengan :<br />
Maksimum daya pemancar ada 100mW (20dBm).<br />
Effective  Isotropic Radiated Power/ EIRP di antenna adalah 36dBm<br />
Semua  peralatan yang digunakan harus di-approve/ disertifikasi oleh POSTEL<br />
Kenapa  WajanBolic?<br />
Wajan : penggorengan, alat dapur buat masak<br />
Bolic :  parabolic<br />
WajanBolic : Antena parabolic yg dibuat dari wajan<br />
Karena  berasal dari wajan maka kesempurnaannya tidak sebanding dg antenna  parabolic yg sesungguhnya. Dalam artikel ini akan dibuat Antena  WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail. Karena berupa solid dish maka  pengaruh angin cukup besar sehingga memerlukan mounting ke tower yang  cukup kuat<br />
ANTENA 2.4 GHz<br />
Kebanyakan antenna homebrew wifi yg ada  di internet : antenna yagi, antenna kaleng (tincan antenna), antenna  biquad, antenna helix, antenna slotted waveguide. Komponen yg selalu ada  dalam desain antenna-antena tsb : N-type Connector &amp; pigtail  Konektor : N-type Male, N-type Female, RP TNC Male, RP TNC Female,  Pigtail. Perkiraan harga yang dikeluarkan untuk membeli bahan WajanBolic  adalah kurang dari Rp 100.000,-. Bandingkan jika Anda harus membeli  antenna Grid 24db, yang bikinan lokal saja mencapai Rp 500.000,- lebih  dan yang import bisa mencapai Rp 1.000.000,- lebih. Atau membeli antenna  grid lokal yang harganya Rp 200.000,- sedangkan yang import bisa  mencapai Rp 300.000 lebih.<br />
ALAT dan BAHAN<br />
Wajan diameter 36″  (semakin besar diameter semakin bagus)<br />
PVC paralon tipis diameter 3″ 1  meter<br />
Doff 3″ (tutup PVC paralon) 2 buah<br />
Aluminium foil<br />
Baut +  mur ukuran 12 atau 14<br />
N Connector female<br />
Kawat tembaga no.3<br />
Double  tape + lakban<br />
Penggaris<br />
Pisau/ Cutter<br />
Solder + timah nya<br />
Gergaji  besi</p>
<p>TAHAP PENGERJAAN<br />
Siapkan semua bahan dan peralatan yang  dibutuhkan.<br />
Lubangi wajan tepat di tengah wajan tersebut seukuran  baut 12 atau 14, cukup satu lubangi saja.</p>
<p>Kemudian, ukur diameter  wajan, kedalaman wajan dan feeder/titik focus.<br />
Contoh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> arabolic  dish dg D = 70 cm, d = 20 cm maka jarak titik focus dari center dish : F  = D^2/(16*d) = 70^2 / (16*20) = 15.3 cm. Pada titik focus tsb dipasang  ujung feeder. Untuk mendapatkan gain maksimum.<br />
Potong PVC paralon  sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder nya (daerah  bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus  di atas.<br />
Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan N  Connector, untuk itu gunakan rumus antenna kaleng. Bisa di lihat di  http://www.saunalahti.fi/elepal/antenna2calc.php<br />
Potong kawat tembaga  yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yang didapatkan dari hasil  kalkulasi di atas. Dan solderkan pada N Connector yang telah di siapkan<br />
Selanjutnya,  bungkus PVC paralon dengan aluminium foil pada daerah selain feeder,  jika aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkannya  dapat menggunakan double tape.</p>
<p>Lalu pasangkan N connector ke PVC  Paralon yang telah dilubangi tadi</p>
<p>Pada bagian doff (tutup PVC  paralon) yang akan di pasang pada ujung dekat dengan N Connector harus  di beri aluminium foil, sedangkan doff yang di pasang pada wajan tidak  perlu di beri aluminium foil<br />
Pasangkan doff tersebut ke PVC paralon</p>
<p>Kemudian,  wajan yang telah di bolongi tadi dipasangkan dengan doff yang satunya  lagi, sebelum nya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran baut yang  sudah di siapkan, dan kencangkan.</p>
<p>Kemudian tinggal pasangkan PVC  paralon tadi ke wajan yang sudah di pasang doff.</p>
<p>Dan Wajan bolic  sudah siap untuk digunakan browsing, atau paling tidak untuk  wardriving.</p>
<p>Sumber : jaylangkung.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=44&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/13/cara-membuat-wajan-bolic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OpenVPN</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/12/openvpn/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/12/openvpn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 13:49:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/12/openvpn/</guid>
		<description><![CDATA[VPN Adalah sebuah jaringan private ataw disebut dengan Virtual Private Network. di tahun 2010 mantap &#8211; mantap orang mengguna VPN dengan tujuan Internetan gratis internetan gratis bukanlah gratis 100% melaikan kita berinternetan lebih murah dan jaringan internetaan tidak dibatasi. kita sebelum memakai VPN semestinya Kita Atur Dial- UP Dulu,,, bagi pakai Modem Kita mengatur APN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=41&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VPN Adalah sebuah jaringan private ataw disebut dengan Virtual Private  Network.<br />
di tahun 2010 mantap &#8211; mantap orang mengguna VPN dengan tujuan  Internetan gratis</p>
<p>internetan gratis bukanlah gratis 100% melaikan kita  berinternetan lebih murah dan jaringan internetaan tidak dibatasi.</p>
<p>kita  sebelum memakai VPN semestinya Kita Atur Dial- UP Dulu,,,<br />
bagi pakai Modem  Kita mengatur APN apa yang kita gunakan.<br />
lalu kita melakukan beberapa setup  pada VPN<br />
VPN dapat dilakukan di OS itu Sendiri&#8230;.<br />
Setiap OS terdapat VPN  (Virtual Private Network)<br />
tetapi banyak orang menggunakan software OPENVPN(<a href="http://dc184.4shared.com/download/239608878/bd604e19/openvpn-211-install.exe">Download</a>)</p>
<p>disetiap  Provider itu terdapat bug &#8211; bug tertentu.<br />
selagi terdapat celang membuka  beberapa port,,<br />
nah itu bisa gunakan openVpn&#8230;.</p>
<p>emang waktu konnek  dial-Up dapat konnek<br />
tapi tidak bisa browsing<br />
dalam menggunakan OpenVPN  harus kita menyewa server (menginstal VPS)<br />
nah didalam VPs Kita Dapat  Konfigurasi Beberapa port tertentu yang dapat di buka di setiap  provider&#8230;.<br />
lalu di komputer rumah ataw laptop kita instal openVPN  Client<br />
lallu melakukan konneksi,,,</p>
<p>Info lebih lanjut <a href="http://www.openvpn.net/">kunjungi</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=41&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2010/03/12/openvpn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALTERNATIF TEKNOLOGI JARINGAN KOMPUTER TANPA KABEL</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/alternatif-teknologi-jaringan-komputer-tanpa-kabel/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/alternatif-teknologi-jaringan-komputer-tanpa-kabel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 06:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/alternatif-teknologi-jaringan-komputer-tanpa-kabel/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=35&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=35&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/alternatif-teknologi-jaringan-komputer-tanpa-kabel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Jaringan GSM</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-gsm/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-gsm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 06:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-gsm/</guid>
		<description><![CDATA[ Kita tidak mau kan hanya menjadi pengguna handphone tanpa tau apa yang menyebabkan hanphone kita bisa berdering. Tulisan ini mengajak kita mengenal dunia maya yang kita rasakan keberadaan nya sebagai sarana telekomunikasi tercanggih saat ini. Sudah selaiknya kita mengetahui apa saja yang menjadi elemen network GSM ( Global System for Mobile communication). Apa dan bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=34&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="4"></font> <img src="http://mipa.uns.ac.id/%7Ebem/imgs/ponsel.gif" align="left" border="0" />Kita tidak mau kan hanya menjadi pengguna handphone tanpa tau apa yang menyebabkan hanphone kita bisa berdering. Tulisan ini mengajak kita mengenal dunia maya yang kita rasakan keberadaan nya sebagai sarana telekomunikasi tercanggih saat ini. Sudah selaiknya kita mengetahui apa saja yang menjadi elemen network GSM ( Global System for Mobile communication). Apa dan bagaimana telekomunikasi bergerak seluler terjadi? Akan terjawab dalam tulisan ini . Jadi, ikuti terus ya!<br />
Untuk memenuhi kebutuhan manusia berkomunikasi kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun, sistem telekomunikasi bergerak seluler diciptakan dan telah digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Awalnya, memang seperti suatu keajaiban, jika orang bisa berbicara ke orang di belahan benua lain dengan telepon tanpa kabel. Orang awam kebanyakan bertanya, &#8220;Koq bisa nyambung? Pakai apa ya?&#8221;<br />
Itulah ajaibnya telekomunikasi bergerak seluler. Dibalik keajaiban itu ternyata ada jawaban logis, bahwa komunikasi/hubungan dapat terjadi dengan menggunakan media udara (air interface) dari hand phone ke BTS (Base Transceiver Station merupakan station pemancar dan penerima fhisik nya berupa menara atau tower yang dilengkapi dengan peralatannya) dengan kecepatan 22,8 Kb/s, dari BTS kemudian diteruskan ke BSC sebagai induk dari BTS yang kemudian BSC meneruskan ke SSS (Switching Sub System yang terdiri dari : MSC, HLR, VLR, EIR dan AuC yang akan di jelaskan pada episode mendatang jika ada respon dari teman2) untuk menentukan tujuan telpon kita ke arah mana: HP Ke HP, HP ke fix phone ( telpon rumah ), Interlokal, SLI dll. Prosesnya terjadi sangat cepat, jadi seperti orang berbicara tatap muka.<br />
Nah, hal ini dapat terjadi karena telekomunikasi bergerak seluler mempunyai berbagai perangkat/elemen yang ngerjain seluruh proses yang diperlukan dalam komunikasi/hubungan. Seluruh perangkat dan elemen ini diatur oleh sistem sehingga membentuk jaringan, yang sering kita sebut sebagai network.<br />
Jadi ingat ya, kalau orang berbicara network, berarti orang tersebut berbicara sistem jaringan, yang tentunya akan melibatkan banyak hal. Untuk mengetahui lebih dalam tentang teknologi GSM, kita kupas satu-persatu Yoook !!!   <font size="3"><strong>Arsitek Jaringan GSM</strong></font>   Jaringan GSM secara garis besarnya dibagi menjadi 3 sistem yaitu:<br />
1. Switching Sub System (SSS). Tugasnya mengatur komunikasi antar pelanggan GSM, mengatur komunikasi pelanggan GSM dengan jaringan lain, dan sebagai data base untuk manajemen mobilitas pelanggan. Berarti si SSS inilah yang mengatur hubungan telekomunikasi seluler antar pelanggan Telkomsel dan dari/ke pelanggan operator lain, sekaligus mencatat posisi pelanggan, lokal atau roaming atau SLJJ, dls. Kalau di jaringan PSTN, SSS sering disebut sebagai Sentral Telepon, karena semua proses hubungan tercatat di sini.<br />
2. Base Station System (BSS). Si BSS biasanya memiliki BSC yang bertugas mengendalikan mobile station/pelanggan yang berada dibawah wilayah cakupannya, dan menghubungkan mobile station dengan SSS. BSS merupakan bagian dari radio seluler dari jaringan GSM. Dalam network GSM, radio seluler merupakan elemen utama, karena komunikasi ditransmit melalui frekwensi radio.<br />
3. Operation Maintenance System (OMS). Sedangkan Operation Mainetenance Center bertugas melakukan pengawasan performansi seluruh jaringan BSS dan SSS yang ada dibawah kendalinya, melakukan penanganan gangguan tingkat pertama, loading data base dan memberikan informasi gangguan dan performansi jaringan.<br />
Ibarat perang, BSS merupakan regu prajurit yang gerilya dan ditempatkan dimana-mana. Sedang SSS adalah komandan regu sedangkan OMS adalah pengawas perang. Kali ini, kita beri penghormatan tertinggi dulu buat para prajurit ? BSS- untuk dibahas duluan. Setuju, kan?   <strong>Base Station System (BSS)</strong><br />
Base Station System (BSS) merupakan bagian dari radio sistem pada network GSM yang terdiri dari: BSC, BTS dan TRAU. Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kenapa? Karena fungsi mereka berbeda namun satu dengan lainnya saling mendukung. Bagaimana &#8216;saling mendukung&#8217;nya BSC, BTS dan TRAU, ceritanya begini. ( he he he kayak kismis : kisah2 mistery ) aja&#8230;!   <strong>Base Station Controller (BSC)</strong><br />
BSC adalah bagian inti (intelligent/master) dari sistem BSS yang menghubungkan antara BTS dengan SSS (seluruh data base BTS dan TRAU ada pada BSC). Pada Siemens Base Station antara BSC dan Network SSS perlu bantuan peralatan jaringan lain, berupa Transcoding and Rate Adaptation Unit (TRAU) melalui A-sub interface (interface BSC-TRAU) dan A interface (interface MSC-TRAU).<br />
Adapun fungsi utama dari BSC adalah: data base seluruh network elemen BSS, penyambungan kanal trafik, memproses pensinyalan, pongontrolan daya, menangani fungsi-fungsi operasi dan maintenace serta monitoring system.   <strong>Base Transceiver Station (BTS)</strong><br />
BTS dapat dilihat sebagai bagian dasar dalam jaringan BSS dan perlengkapan hubungan antara BSC dan MS (mobile subscriber/pelanggan). Fungsinya sebagai elemen network yang berinteraksi langsung dengan mobile subscriber melalui radio interface (air interface). BTS terdiri dari Tx (transmite) dan Rx (Receive) yang menyediakan kanal pembicaraan. Seperti radio pada umumnya, radio interface di BTS memiliki daya pancar yang terbatas, dalam GSM sering dikenal dengan istilah wilayah cakupan atau radio service area. Cara kerja radio suatu BTS adalah membentuk dan mengatur sel trafik hubungan dan hand over (perpindahan MS dari satu BTS ke BTS lain) yang berada didalam wilayah cakupannya.   <strong>Transcoding Rate and Adaptions Unit (TRAU) </strong><br />
TRAU adalah interface antara BSC dan SSS (MSC). Meskipun TRAU merupakan bagian dari BSS, biasanya TRAU diletakkan dekat MSC. Hal ini dimaksudkan untuk penghematan link transmisi.<br />
Pada perangkat TRAU terjadi kompresing link dari dari 64 Kbps dari MSC ke TRAU (4 A-Interface/PCMA) menjadi 16 Kbps dari TRAU ke BSC (1 Asub-Interface/PCMS). Kompresing ini dilakukan hanya untuk traffic channel. Hal tersebut dimaksudkan agar traffic channel yang digunakan untuk percakapan pelanggan bisa lebih banyak 4 kali dari sebelumnya. Sedangkan untuk time slot 0 yang digunakan untuk frame alignment signal dan time slot 16 untuk signaling tidak dilakukan kompresing, kecepatannya tetap 64 Kb/s sebab kalo dikompres juga maka untuk proses pensinyalan akan jadi lambat. Karena di TRAU dilakukan pengkompresan maka TRAU juga melakukan adaptasi suara agar suara pelanggan sama seperti aslinya, tidak terkompres meninggi atau mengecil seperti micky mouse.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=34&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-gsm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mipa.uns.ac.id/%7Ebem/imgs/ponsel.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TEKNOLOGI JARINGAN INFORMASI ANTAR KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN INFORMASI</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-informasi-antar-komputer-untuk-meningkatkan-layanan-informasi/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-informasi-antar-komputer-untuk-meningkatkan-layanan-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 06:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-informasi-antar-komputer-untuk-meningkatkan-layanan-informasi/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=33&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=33&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-informasi-antar-komputer-untuk-meningkatkan-layanan-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Jaringan Akses xDSL</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-akses-xdsl/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-akses-xdsl/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 06:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-akses-xdsl/</guid>
		<description><![CDATA[Internet saat ini sudah menjadi sebuah teknologi dan jaringan komunikasi data yang paling populer di planet ini. Pada lima tahun lalu, trafik telnet dan World Wide Web merupakan jenis-jenis trafik dominan. Akan tetapi, bentuk layanan yang ditawarkan Internet semakin beragam. Pengguna Internet mulai menggunakan aplikasi-aplikasi “pembunuh”, seperti video conference, telemedicine, distance learning, dan layanan-layanan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=32&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Internet saat ini sudah menjadi sebuah teknologi dan jaringan komunikasi data yang paling populer di planet ini. Pada lima tahun lalu, trafik telnet dan <em>World Wide Web</em> merupakan jenis-jenis trafik dominan. Akan tetapi, bentuk layanan yang ditawarkan Internet semakin beragam. Pengguna Internet mulai menggunakan aplikasi-aplikasi “pembunuh”, seperti <em>video conference, telemedicine, distance learning, </em>dan layanan-layanan lain yang banyak menghabiskan <em>bandwidth</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Akan tetapi, teknologi Modem konvensional saat ini yang mempunyai <em>rate</em> maksimum 56 kbps tentu saja tidak dapat mengakomodasi layanan-layanan baru ini. Para pengguna Internet menginginkan kapasitas transfer data yang lebih besar agar dapat menggunakan aplikasi-aplikasi Internet secara wajar. Oleh karena itu,<span>  </span>teknologi xDSL saat ini merupakan sebuah alternatif terbaik yang cocok diterapkan untuk mempercepat akses transfer data di <em>subscriber lines</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<h2><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">DSL (Digital Subcriber Lines)</span></h2>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Digital Subscriber Lines sebagai teknologi transmisi sebenarnya dibangun untuk ISDN (<em>Integrated Services Digital Network</em>) <em>Basic Rate Access Channel</em>. Nama <em>DSL </em>digunakan untuk untuk mendiskripsikan teknologi transmisi atau <em>physical layer</em> untuk ISDN <em>Basic Rate Access Channel</em>. Saat ini, DSL, atau disebut juga xDSL digunakan sebagai penamaan umum untuk semua jenis sistem DSL.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Transmisi full-duplex pada jaringan telepon 2 kawat, menggunakan 3 macam metode :</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]--><em>Frequency Division Multiplex</em> (FDM)</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]--><em>Time Compression Multiplex</em> (TCM)</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]--><em>Echo cancellation</em> (EC)</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Perbedaan pendapat di antara metode TCM dan EC untuk transmisi DSL masih berlangsung hingga saat ini. Isu utama yang diperbandingkan yaitu tentang rugi-rugi transmisi, <em>echo level</em>, kompatibilitas dengan sistem lain, dan kompleksitas sistem. Secara garis besar, sistem TCM kelebihannya tidak membutuhkan <em>echo canceller</em>, sebagai pemisah transmisi yang berbeda arahnya yang terjadi pada suatu waktu. Tetapi dengan berkembangnya teknologi <em>Very Large Integrated Circuit</em> (VLSI), maka untuk merealisasikan <em>echo canceller</em> menjadi bisa lebih ekonomis. Sistem EC berpotensi lebih kompleks, menggunakan 50 % <em>bandwidth</em><span>  </span>transmisi lebih sedikit daripada pesaingnya.</p>
<p class="MsoBodyText"> </p>
<h2><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">HDSL (High Data-Rate Digital Subcriber Lines)</span></h2>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>            </span>HDSL merupakan sebuah sistem yang lebih baik untuk mengirimkan T1/E1 melalui saluran kawat twisted-pair. HDSL memerlukan bandwidth yang lebih kecil dan tidak memerlukan repeater. Dengan menerapkan teknik modulasi yang lebih baik, HDSL dapat mengirimkan data dengan transfer rate 1,544 Mbps atau 2,048 Mbps hanya dengan bandwidth sekitar 80 kHz hingga 240 kHz atau lebih kecil jika dibandingkan dengan yang diperlukan oleh AMI.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>HDSL dapat menyalurkan data pada kecepatan tersebut di atas pada saluran 24 AWG sepanjang 12 kft ,biasa disebut CSA (<em>Carrier Serving Area</em>), dan memerlukan 2 pasang saluran kawat untuk T1 dan 3 pasang saluran untuk E1 yang masing-masing bekerja pada <span style="position:relative;top:9pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                  --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="32" width="24" /><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;     --><span> </span>atau <span style="position:relative;top:9pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" height="32" width="24" /><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;     --><span> </span>kecepatan total.</p>
<h2><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">SDSL (Single-Line Digital Subcriber Lines)</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>SDSL merupakan jenis lain dari HDSL. SDSL hanya memerlukan sepasang kawat saluran saja untuk menyalurkan POTS dan T1/E1. Kelebihan utama SDSL dibandingkan dengan HDSL adalah mudah diterapkan di setiap pelanggan karena hanya memerlukan satu saluran telepon biasa. Kekurangannya adalah hanya dapat digunakan pada saluran sepanjang 10 kft.</p>
<h2><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">ADSL (Asymmetric Digital Subcriber Lines)</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>ADSL merupakan perkembangan selanjutnya dari HDSL. Seperti namanya, ADSL mentransmisikan data secara asimetrik, yaitu kapasitas transmisinya berbeda antara saat <em>downstream</em> (dari jaringan ke pelanggan) dan saat <em>upstream</em> (dari pelanggan ke jaringan). Kapasitas <em>downstream</em> lebih tinggi daripada kapasitas <em>upstream</em>. Ada beberapa alasan mengenai transmisi datanya yang asimetrik, antara lain karena kebutuhan kapasitas transmisinya, sifat saluran transmisi, dan sisi aplikasinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Kebutuhan kapasitas yang tidak perlu sama dapat dilihat dari kebiasaan yagn ada sampai saat ini, yaitu biasanya para pelanggan (misalnya pelanggan layanan Internet) hanya memerlukan pengambilan data (<em>download</em>) dari penyedia informasi. Jika informasi yang diambil tersebut berupa informasi multimedia (atau apapun yang memiliki ukuran data yang relatif besar), seharusnya diperlukan saluran transportasi dengan kapasitas yang besar untuk keperluan <em>download</em> tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Di sisi lain, pelanggan jarang sekali melakukan pengiriman data ke jaringan (<em>upload</em>). Jika dilakukan, biasanya hanya berupa data-data kontrol atau permintaan pelayanan ke penyedia informasi. Data kontrol ini tidak lebih dari sederetan karakter yang relatif pendek. Oleh karena itu, hanya diperlukan saluran transmisi dengan kapasitas yagn terbatas. Ada kalanya pelanggan melakukan <em>upload</em> ke jaringan dengan mengirimkan data-data yang cukup besar. Akan tetapi, inipun relatif lebih jarang dilakukan dibandingkan dengan <em>download</em>. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan untuk <em>download</em> jauh lebih besar daripada keperluan <em>upload</em>. Jika dipaksakan untuk mempunyai <em>rate</em> yang sama, hal itu akan membuat <em>bandwidth</em> menjadi tidak efisien.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Jika dilihat dari media transmisinya, saluran-saluran transmisi yang ada (saluran telepon) tidak disalurkan satu per satu ke setiap pelanggan (saluran tunggal), melainkan beberapa saluran dijadikan satu dalam satu bundel saluran. Biasanya dalam satu bundel terdapat 50 saluran. Dengan kondisi seperti ini, interferensi antarsaluran akan sangat mungkin banyak terjadi. Bahkan, jika dalam satu bundel yang sama terjadi transmisi data pada arah yang berlawanan, sinyal yang dipancarkan pada satu sisi (sisi bundel kabel) yang memiliki level sinyal yang masih tinggi akan mengganggu penerima pada sisi yang sama (sisi bundel kabel yang sama dengan pemancar) dengan level sinyal pada penerima yang lemah sekali. Kejadian ini disebut NEXT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Akan tetapi, jika pada bundel yang sama tersebut sedang terjadi transmisi sinyal pada arah yang sama dan level sinyal yang ada pada kedua saluran tersebut bisa dianggap sama kuat, gangguan saluran juga dapat terjadi. Efek gangguannya lebih kecil daripada NEXT. Kejadian ini disebut dengan FEXT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Selain itu, jika pada saluran yang sama ingin dilakukan komunikasi <em>full-duplex</em>, biasanya komunikasi dilakukan dengan mengirimkan kedua sinyal (sinyal yang dikirimkan dan diterima) dengan memodulasikannya pada frekuensi pembawa yang sama sehingga akan terjadi yagn disebut dengan <em>echo</em> (sinyal yang sedang dipancarkan masuk ke bagian penerima kembali atau sinyal sinyal balik). <em>Echo</em> biasanya dapat dihilangkan dengan rangkaian <em>echo canceller</em> yagn tidak sederhana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Dari sisi aplikasinya, dewasa ini hanya diperlukan aplikasi-aplikasi yang dapat menyediakan informasi satu arah, misalnya <em>video-on-demand</em>, <em>home shopping, Internet access, remote LAN access, </em>dan <em>multimedia access</em>. Oleh karena itu, dari semua penjelasan di atas, tampaknya akan lebih mudah untuk membangun sistem ADSL.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<h2><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">VDSL (Very High Data Rate Digital Subscriber Line)</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>VDSL sebelumnya disebut sebagai VADSL karena pada awalnya, VDSL hanya dapat mengirimkan data dijital secara asimetrik seperti ADSL, tetapi dengan kapasitas yang lebih tinggi dari ADSL dan panjang saluran yang lebih pendek. Belum ada standar yang umum untuk VDSL. Dari beberapa diskusi yang ada, kapasitas <em>downstream</em> yang umum untuk VDSL adalah 12,96 Mbps (<span style="position:relative;top:12pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" height="41" width="16" /><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;     -->STS-1; 4,5 kft), 25,82 Mbps (<span style="position:relative;top:12pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;   --><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" height="41" width="16" /><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;     -->STS-1; 4 kft), dan 51,84 Mbps (STS-1; 1 kft).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Untuk keperluan <em>upstream</em>, kapasitas<span>  </span>tersedia antara 1,6 Mbps hingga 2,3 Mbps. Istilah VADSL banyak ditentang, terutama oleh T1E1.4, karena menunjukkan sesuatu yang selalu tidak simetrik. Padahal, banyak yang menginginkan suatu saat akan benar-benar simetrik. Oleh karena itu, nama VDSL lebih disukai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Dalam beberapa hal, VDSL lebih sederhana dibandingkan ADSL. Saluran transmisi yang lebih pendek pada VDSL menyebabkan hambatan-hambatan pada saluran yang mungkin terjadi pada saluran yang lebih panjang menjadi dapat ditekan. Oleh karena itu, teknologi <em>transceiver</em>-nya dapat menjadi lebih sederhana dan kapasitasnya akan 10 kali lebih tinggi. VDSL merupakan sasaran dari arsitektur jaringan ATM. VDSL memungkinkan terminasi jaringan pasif dan dapat digunakan pada lebih dari satu modem VDSL untuk digunakan pada saluran pelanggan, sama halnya dengan sistem telepon analog biasa (POTS).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=32&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/13/teknologi-jaringan-akses-xdsl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun SMS Gateway dengan Gammu dan MySql</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/membangun-sms-gateway-dengan-gammu-dan-mysql/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/membangun-sms-gateway-dengan-gammu-dan-mysql/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 03:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/membangun-sms-gateway-dengan-gammu-dan-mysql/</guid>
		<description><![CDATA[asalamualaikum wr.w membangun SMS Gateway ini adalah Trustix 3.0. Sebelum installasi kita lakukan silahkan anda baca-baca info tentang Gammu di http://www.mwiacek.com/gsm/soft/gammu.html Gimana!! udah selesai bacanya?? Oke..lansung saja dan tidak banyak basa-basi, mari kita mulai saja mengumpulkan kebutuhan untuk membangun SMS Gateway menggunakan Gammu ini. 1. Gammu.tar.gz Dapat anda download di : http://www.mwiacek.com/zips/gsm/gammu/gammu.tar.gz atau # wget [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=31&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>asalamualaikum wr.w<br />
membangun SMS Gateway ini adalah Trustix 3.0. Sebelum installasi kita lakukan silahkan anda baca-baca info tentang Gammu di</p>
<p>http://www.mwiacek.com/gsm/soft/gammu.html</p>
<p>Gimana!! udah selesai bacanya?? Oke..lansung saja dan tidak banyak basa-basi, mari kita mulai saja mengumpulkan kebutuhan untuk<br />
membangun SMS Gateway menggunakan Gammu ini.<span></span></p>
<p>1. Gammu.tar.gz<br />
Dapat anda download di : http://www.mwiacek.com/zips/gsm/gammu/gammu.tar.gz<br />
atau # wget http://www.mwiacek.com/zips/gsm/gammu/gammu.tar.gz</p>
<p>2. Web Server (Jika anda sudah punya webserver, abaikan saja no 2 ini, kalau belum terpaksa anda harus install dulu apache,myslq,php)</p>
<p>3. Handphone Nokia 3310 atau Siemens C35i, untuk support handphone lainnya silahkan baca lagi</p>
<p>http://www.mwiacek.com/gsm/soft/gammu.html</p>
<p>Gammu support dengan berbagai merek handphone kok lihat ini :<br />
Gammu currently supports:<br />
majority of Nokia phones from DCT3 generation with Nokia operating system &#8211; for example Nokia 3210, 3310, 3315, 3410, 5110, 5130, 6110,</p>
<p>6130, 6150, 6210, 7110, 8210<br />
majority of Nokia phones from DCT4 generation with Nokia operating system &#8211; for example Nokia 3100, 3510, 3510i, 6220, 6230, 6310, 6310i,</p>
<p>6510, 6610, 7210, 8310<br />
many AT devices &#8211; for example many Siemens, Sony Ericsson, Nokia, Alcatel models<br />
Alcatel from BE5/BF5/BH4 generation &#8211; for example 501, 511, 512<br />
some functions with OBEX and Symbian devices</p>
<p>4. Kabel Serial untuk handphone</p>
<p>Jika anda sudah berhasil mendonwload gammu.tar.gz, silahkan di extract<br />
#tar xvfz gammu.tar.gz</p>
<p>Setelah anda extract secara otomatis anda akan mendapati folder gammu-1.05.00, sekarang masuklah ke folder tersebut</p>
<p>#cd gammu-1.05.00</p>
<p>Sebelum anda menginstall biasakan membaca README, INSTALL, etc.<br />
#./configure<br />
#make<br />
Disini perlu anda perhatikan apakah ada yang error atau tidak jika ada error!, berarti library mysql anda masih kurang lengkap, biasanya</p>
<p>error yang ditemui adalah “lssl” sering tidak ditemukan ketika melakukan “make” atau database mysql tidak support dengan gammu-nya.<br />
(Solusi-nya coba install ulang mysql-nya atau lengkapi library yang dibutuhkan)<br />
#make shared<br />
#make install<br />
#make installshared</p>
<p>Selanjutnya anda perlu meng-upgrade “library”<br />
# vi /etc/ld.so.conf<br />
Tambahkan link library dengan mengetik /usr/local/lib pada file ld.so.conf, selanjutnya lakukan upgrade library dengan mengetik<br />
#/sbin/ldconfig</p>
<p>Note : Jika anda tidak menemukan error apa2 sampai tahap ini berarti anda sudah berhasil mengintall Gammu SMS Gateway</p>
<p>Sekarang coba masuk lagi ke folder dimana anda meng-extract gammu.tar.gz dan copy-lah file yang ada pada folder</p>
<p>/docs/example/config/ disitu anda akan menemukan 3 buah file dengan nama gammurc, mysql.sql, smsdrc lalu file gammurc dan</p>
<p>smsdrc anda copy-kan ke folder /etc</p>
<p>#cp gammurc smsdrc /etc/</p>
<p>Selanjutnya cari editlah file tersebut seperti ini :</p>
<p>[gammu]<br />
port = /dev/ttyS0 #Jika anda memakai COM2 ganti dengan ttyS1<br />
#model = 6110 #model handphone-nya anda abaikan saja, karena kalau diaktifin sering timbul masalah<br />
connection = fbus #Kalau anda pakai hp Nokia connection-nya “fbus” jika anda memakai hp Siemens ganti “fbus” menjadi “at19200″<br />
#synchronizetime = yes<br />
#logfile = gammulog<br />
#logformat = textall<br />
#use_locking = yes<br />
#gammuloc = locfile<br />
#startinfo = yes<br />
#gammucoding = utf8<br />
#rsslevel = teststable #usephonedb = yes</p>
<p>Jika anda masih bingung, didalam file gammurc tersebut sudah ada petunjuk pemakaian lihat bagian bawah-nya.<br />
Jika anda malas untuk mengedit file-nya, anda juga bisa mendapatkan file-nya di www.posmetropadang.com/gammu/gammurc</p>
<p>Sekarang pastikan kabel data dan handphone anda sudah tersambung ke port COM1 pada komputer anda, selanjutnya anda tinggal ketik</p>
<p>#gammu –identify</p>
<p>Saya harap anda dapat melihat keluaran seperti dibawah ini :</p>
<p>Manufacturer : Nokia<br />
Model : 3310 (NHM-5)<br />
Firmware : 06.33 F (28-11-03)<br />
Hardware : 1012<br />
IMEI : 350835608671298<br />
Original IMEI : 350835608671298<br />
Manufactured : 0802<br />
Product code : 0505201<br />
Simlock 1 : MCC+MNC 00101, opened, user , counter 0<br />
Simlock 2 : GID1 0000, opened, factory, counter 0<br />
Simlock 3 : GID2 0000, opened, factory, counter 0<br />
Simlock 4 : MSIN 0000000001, opened, factory, counter 0<br />
MSID : 830d50880846870ebedd126096<br />
MCU checksum : 9C79<br />
DSP ROM : 6</p>
<p>Jika sudah ada koneksi seperti diatas berarti gammu sudah bisa mengenali handphone anda dan kita sudah bisa melanjutkan ke step yang</p>
<p>lainnya.</p>
<p>Nah sekarang kita tinggal membuat, bagaimana semua sms yang masuk lansung tersimpan ke database mysql dan dapat ditampilkan ke</p>
<p>website dengan memakai php scripts.</p>
<p>Oke lanjut bro… kerjaan kita sudah hampir selesai, mungkin ada kopi atau rokok yang bisa disruputt dulu hehe…??</p>
<p>Sekarang coba anda buka file smsdrc yang telah anda copy-kan ke folder /etc tadi</p>
<p>#vi /etc/smsdrc<br />
bagian dibawah ini biarkan saja apa adanya<br />
[smsd]<br />
PIN = 1234<br />
logfile = smsdlog<br />
commtimeout = 1<br />
sendtimeout = 10</p>
<p>carilah dan edit bagian dibawah ini sesuai dengan keadaan mysql anda</p>
<p># ————————- SETTINGS FOR –smsd MYSQL —————————<br />
user = root<br />
password = password_mysql_anda<br />
pc = localhost<br />
database = nama_database</p>
<p>Note : Selain bagian yang saya sebutkan diatas mohon anda kasih tanda “#” karena yang kita butuhkan disini hanya bagian seperti yang</p>
<p>saya sebutkan diatas saja, guna untuk koneksi ke database mysql-nya.</p>
<p>Sekarang anda masuk ke directory /docs/example/config/ terdapat file ‘mysql.sql’ , yang adalah structure table yang digunakan, anda</p>
<p>tinggal memasukkannya di MySQL database anda.</p>
<p>Buat database sms<br />
#mysqladmin –u root –p create sms</p>
<p>Buat table gammu dari file ‘mysql.sql’<br />
#mysql –u root –p</p>
<p>Atau dengan cara yang lebih mudah, anda dapat membuat database dan membuat table gammu melalui phpmyadmin</p>
<p>http://localhost/phpmyadmin</p>
<p>Setelah selesai anda sudah bisa menjalankan daemon smsd-nya<br />
#gammu –smsd MYSQL /etc/smsdrc<br />
Log filename is “smsdlog”<br />
Press Ctrl+C to stop the program …</p>
<p>Jika keluar seperti yang diatas berarti SMS Gateway anda sudah berjalan dengan baik dan anda bisa menggunakan sesuai kebutuhan anda,</p>
<p>dan semua sms yang ada di handphone anda akan lansung masuk kedalam database mysql.</p>
<p>Untuk tahap selanjutnya anda tinggal menampilkan sms anda ke web menggunakan php scripts, php scripts-nya bisa anda download di</p>
<p>http://posmetropadang.com/gammu/sms.zip</p>
<p>Anda perlu sedikit mengedit sms.php-nya sesuai dengan keadaan server database anda.</p>
<p>Sekarang anda bisa membuka sms lewat browser kesayangan anda dengan mengetik http://localhost/sms.php</p>
<p>Nah sekarang apa yang harus anda lakukan?? yang perlu anda lakukan adalah menjalan service daemon smsd secara otomatis ketika</p>
<p>komputer di restart.</p>
<p>Buatlah file dengan nama gammu.sh dan simpanlah dalam direktori /usr/local/bin/<br />
#cd /usr/local/bin/<br />
#vi gammu.sh</p>
<p>Isinya sebagai berikut :</p>
<p>#!/bin/sh<br />
export LANG=da_DK<br />
/usr/local/bin/gammu –smsd MYSQL /etc/smsdrc</p>
<p>Setelah itu editlah file /etc/inittab anda<br />
#vi /etc/inittab</p>
<p>Tambahkan baris dibawah ini pada inittab anda</p>
<p>GA:345:respawn:/usr/local/bin/gammu.sh</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=31&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/membangun-sms-gateway-dengan-gammu-dan-mysql/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Vlan (Virtual Local Area Network)</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-vlan-virtual-local-area-network/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-vlan-virtual-local-area-network/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 03:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-vlan-virtual-local-area-network/</guid>
		<description><![CDATA[sedikit pengantar dari TyOk Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri. Seiring dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang menginginkan suatu bentuk jaringan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=30&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>  sedikit pengantar dari TyOk </strong></p>
<p><font color="#008000">Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga<br />
saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang<br />
ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya<br />
berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri. Seiring dengan semakin<br />
tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang<br />
menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baik<br />
dari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri.<br />
Berlandaskan pada keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan<br />
terus dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan memanfaatkan berbagai tekhnik<br />
khususnya teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik<br />
(antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN)<br />
yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding</font><a href="http://www.benpinter.net/index.php?topic=LinuxServer"><img src="http://www.benpinter.net/images/topics/linux.gif" alt="Linux Server" align="right" border="0" /></a><a href="http://www.benpinter.net/index.php?topic=LinuxServer"><img src="http://www.benpinter.net/images/topics/linux.gif" alt="Linux Server" align="right" border="0" /></a><br />
<font color="#008000">Local area Network (LAN).</font><span></span><font color="#008000"><span id="more-30"></span></font></p>
<p><strong> PENGERTIAN: menurut muncyin</strong></p>
<p>VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik<br />
seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara<br />
virtual tanpa  harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan<br />
membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat<br />
segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada<br />
lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini</p>
<p>Gambar Jaringan VLAN</p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/vlan1.gif?w=397&#038;h=456" alt="vlan1.gif" height="456" width="397" /></p>
<p><strong> BAGAIMANA VLAN BEKERJA</strong></p>
<p>VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk<br />
mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua<br />
informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)<br />
di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan<br />
port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang<br />
digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan<br />
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge<br />
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi<br />
suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.<br />
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.<br />
atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software)<br />
yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang<br />
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.</p>
<p><strong> TIPE TIPE VLAN</strong></p>
<p>Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port<br />
yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.</p>
<p>1. Berdasarkan Port</p>
<p>Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh<br />
VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2,<br />
dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel:</p>
<p>Tabel port dan VLAN</p>
<p>Port 1 2 3 4<br />
VLAN 2 2 1 2</p>
<p>Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus<br />
berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.</p>
<p>2. Berdasarkan MAC Address</p>
<p>Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation<br />
/komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC<br />
address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu<br />
bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.<br />
Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi<br />
sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin<br />
harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki<br />
ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.</p>
<p>Tabel MAC address dan VLAN</p>
<p>MAC address 132516617738 272389579355 536666337777 24444125556<br />
VLAN                 1                          2                 2                              1</p>
<p>3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan<br />
Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan, lihat tabel</p>
<p>Tabel Protokol dan VLAN</p>
<p>Protokol IP IPX<br />
VLAN 1 2</p>
<p>4. Berdasarkan Alamat Subnet IP<br />
Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi<br />
suatu VLAN</p>
<p>Tabel IP Subnet dan VLAN</p>
<p>IP subnet 22.3.24 46.20.45<br />
VLAN 1 2</p>
<p>Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak<br />
mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan<br />
VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya<br />
di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih<br />
tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding<br />
menggunakan MAC addresses.</p>
<p>5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain<br />
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang<br />
dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu<br />
jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan<br />
oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.</p>
<p><strong>PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN</strong><br />
Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan<br />
Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local<br />
Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta<br />
penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa<br />
kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan<br />
dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam<br />
satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan<br />
walaupun terpisah secara fisik. Atau lebih jelas lagi akan dapat kita<br />
lihat perbedaan LAN dan VLAN pada gambar dibawah ini.</p>
<p>Gambar  konfigurasi LAN</p>
<p>[hub]-[1]-[1]-[1] &lt;– lan 1/di lantai 1<br />
|<br />
[x]–[hub]-[2]-[2]-[2] &lt;– lan 2/di lantai 2<br />
|<br />
[hub]-[3]-[3]-[3] &lt;– lan 3/di lantai 3</p>
<p>Gambar konfigurasi VLAN</p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/vlan2.gif?w=533&#038;h=236" alt="vlan2.gif" height="236" width="533" /></p>
<p>Terlihat jelas VLAN telah merubah batasan fisik yang selama ini tidak dapat<br />
diatasi oleh LAN. Keuntungan inilah yang diharapkan dapat memberikan<br />
kemudahan-kemudahan baik secara teknis dan operasional.</p>
<p><strong> NAH!! APA  PERBANDINGAN  VLAN DAN LAN</strong> ??</p>
<p>A.<em>Perbandingan Tingkat Keamanan</em></p>
<p>Penggunaan LAN telah memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan<br />
dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin<br />
berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama<br />
(resource sharing atau disebut juga hardware sharing).10 LAN memungkinkan data<br />
tersebar secara broadcast keseluruh jaringan, hal ini akan mengakibatkan mudahnya<br />
pengguna yang tidak dikenal (unauthorized user) untuk dapat mengakses semua<br />
bagian dari broadcast. Semakin besar broadcast, maka semakin besar akses yang<br />
didapat, kecuali hub yang dipakai diberi fungsi kontrol keamanan.</p>
<p>VLAN yang merupakan hasil konfigurasi switch menyebabkan setiap port switch<br />
diterapkan menjadi milik suatu VLAN. Oleh karena berada dalam satu segmen,<br />
port-port yang bernaung dibawah suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung.<br />
Sedangkan port-port yang berada di luar VLAN tersebut atau berada dalam<br />
naungan VLAN lain, tidak dapat saling berkomunikasi langsung karena VLAN tidak<br />
meneruskan broadcast.</p>
<p>VLAN yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan tambahan dalam<br />
hal keamanan jaringan tidak menyediakan pembagian/penggunaan media/data<br />
dalam suatu jaringan secara keseluruhan. Switch pada jaringan menciptakan<br />
batas-batas yang hanya dapat digunakan oleh komputer yang termasuk dalam<br />
VLAN tersebut. Hal ini mengakibatkan  administrator dapat dengan mudah<br />
mensegmentasi pengguna, terutama dalam hal penggunaan media/data yang<br />
bersifat rahasia (sensitive information) kepada seluruh pengguna jaringan<br />
yang tergabung secara fisik.</p>
<p>Keamanan yang diberikan oleh VLAN meskipun lebih baik dari LAN,belum menjamin<br />
keamanan jaringan secara keseluruhan dan juga belum dapat dianggap cukup<br />
untuk menanggulangi seluruh masalah keamanan .VLAN masih sangat memerlukan<br />
berbagai tambahan untuk meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri seperti<br />
firewall, pembatasan pengguna secara akses perindividu, intrusion detection,<br />
pengendalian jumlah dan besarnya broadcast domain, enkripsi jaringan, dsb.</p>
<p>Dukungan Tingkat keamanan yang lebih baik dari LAN inilah yang dapat<br />
dijadikan suatu nilai tambah dari penggunaan VLAN sebagai sistem jaringan.<br />
Salah satu kelebihan yang diberikan oleh penggunaan VLAN adalah kontrol<br />
administrasi secara terpusat, artinya aplikasi dari manajemen VLAN dapat<br />
dikonfigurasikan, diatur dan diawasi secara terpusat, pengendalian broadcast<br />
jaringan, rencana perpindahan, penambahan, perubahan dan pengaturan akses<br />
khusus ke dalam jaringan serta mendapatkan media/data yang memiliki fungsi<br />
penting dalam perencanaan  dan administrasi di dalam grup tersebut semuanya<br />
dapat dilakukan secara terpusat. Dengan adanya pengontrolan manajemen<br />
secara terpusat maka administrator jaringan juga dapat mengelompokkan<br />
grup-grup VLAN  secara spesifik berdasarkan pengguna dan port dari switch<br />
yang digunakan, mengatur tingkat keamanan, mengambil dan menyebar data<br />
melewati jalur yang ada, mengkonfigurasi komunikasi yang melewati switch,<br />
dan memonitor lalu lintas data serta penggunaan bandwidth dari VLAN saat<br />
melalui tempat-tempat yang rawan di dalam jaringan.</p>
<p>B.<em>Perbandingan Tingkat Efisiensi </em></p>
<p>Untuk dapat mengetahui perbandingan tingkat efisiensinya maka perlu di<br />
ketahui kelebihan yang diberikan oleh VLAN itu sendiri diantaranya:</p>
<p>•Meningkatkan Performa Jaringan<br />
LAN yang menggunakan hub dan repeater untuk menghubungkan peralatan<br />
komputer satu dengan lain yang bekerja dilapisan physical memiliki<br />
kelemahan, peralatan ini hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki<br />
pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju. Peralatan ini juga<br />
hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port<br />
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. Walaupun peralatan<br />
dihubungkan ke port-port yang berlainan dari hub.</p>
<p>Protokol ethernet atau IEEE 802.3 (biasa digunakan pada LAN) menggunakan<br />
mekanisme yang disebut Carrier Sense Multiple Accsess Collision Detection<br />
(CSMA/CD) yaitu suatu cara dimana peralatan memeriksa jaringan terlebih<br />
dahulu apakah ada pengiriman data oleh pihak lain. Jika tidak ada<br />
pengiriman data oleh pihak lain yang dideteksi, baru pengiriman data dilakukan.<br />
Bila terdapat dua data yang dikirimkan dalam waktu bersamaan,<br />
maka terjadilah tabrakan (collision) data pada jaringan. Oleh sebab itu<br />
jaringan ethernet dipakai hanya untuk transmisi half duplex, yaitu pada<br />
suatu saat hanya dapat mengirim atau menerima saja.</p>
<p>Berbeda dari hub yang digunakan pada jaringan ethernet (LAN), switch yang<br />
bekerja pada lapisan datalink memiliki keunggulan dimana setiap port<br />
didalam switch memiliki domain collision sendiri-sendiri. Oleh sebab<br />
itu sebab itu switch sering disebut juga multiport bridge. Switch<br />
mempunyai tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk<br />
semua port. Switch menciptakan jalur yang aman dari port pengirim dan<br />
port penerima sehingga jika dua host sedang berkomunikasi lewat jalur<br />
tersebut, mereka tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi jika satu port<br />
sibuk, port-port lainnya tetap dapat berfungsi.</p>
<p>Switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan ke port dimana<br />
pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan dengan penggunakan<br />
jalur tersebut diatas. Persyaratan untuk dapat mengadakan hubungan<br />
full-duplex adalah hanya satu komputer atau server saja yang dapat dihubungkan<br />
ke satu port dari switch. Komputer tersebut harus memiliki network card<br />
yang mampu mengadakan hubungan full-duflex, serta collision detection<br />
dan loopback harus disable.</p>
<p>Switch pula yang memungkinkan terjadinya segmentasi pada jaringan atau<br />
dengan kata lain switch-lah yang membentuk VLAN.Dengan adanya segmentasi<br />
yang membatasi jalur broadcast akan mengakibatkan suatu VLAN tidak dapat<br />
menerima dan mengirimkan jalur broadcast ke VLAN lainnya. Hal ini secara<br />
nyata akan mengurangi penggunaan jalur broadcast secara keseluruhan,<br />
mengurangi penggunaan bandwidth bagi pengguna, mengurangi kemungkinan<br />
terjadinya broadcast storms (badai siaran) yang dapat menyebabkan<br />
kemacetan total di jaringan komputer.</p>
<p>Administrator jaringan dapat dengan mudah mengontrol ukuran dari jalur<br />
broadcast dengan cara mengurangi besarnya broadcast secara keseluruhan,<br />
membatasi jumlah port switch yang digunakan dalam satu VLAN serta jumlah<br />
pengguna yang tergabung dalam suatu VLAN.</p>
<p>•Terlepas dari Topologi Secara Fisik</p>
<p>Jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai<br />
dan gedung yang berlainan, serta dengan para personel yang juga tersebar<br />
di berbagai tempat, maka akan lebih sulit bagi administrator jaringan<br />
yang menggunakan sistem LAN untuk mengaturnya, dikarenakan akan banyak<br />
sekali diperlukan peralatan untuk menghubungkannya. Belum lagi apabila<br />
terjadi perubahan stuktur organisasi yang artinya akan terjadi banyak<br />
perubahan letak personil akibat hal tersebut.</p>
<p>Permasalahan juga timbul dengan jaringan yang penggunanya tersebar di<br />
berbagai tempat artinya tidak terletak dalam satu lokasi tertentu secara<br />
fisik. LAN yang dapat didefinisikan sebagai network atau jaringan sejumlah<br />
sistem komputer yang lokasinya terbatas secara fisik, misalnya dalam satu<br />
gedung, satu komplek, dan bahkan ada yang menentukan LAN berdasarkan jaraknya<br />
sangat sulit untuk dapat mengatasi masalah ini.</p>
<p>Sedangkan VLAN yang memberikan kebebasan terhadap batasan lokasi secara<br />
fisik dengan mengijinkan workgroup yang terpisah lokasinya atau berlainan<br />
gedung, atau tersebar untuk dapat terhubung secara logik ke jaringan<br />
meskipun hanya satu pengguna.  Jika infrastuktur secara fisik telah<br />
terinstalasi, maka hal ini tidak menjadi masalah untuk menambah port<br />
bagi VLAN yang baru jika organisasi atau departemen diperluas dan tiap<br />
bagian dipindah.  Hal ini memberikan kemudahan dalam hal pemindahan personel,<br />
dan tidak terlalu sulit untuk memindahkan pralatan yang ada<br />
serta konfigurasinya dari satu tempat ke tempat lain.Untuk para pengguna<br />
yang terletak berlainan lokasi maka administrator jaringan hanya perlu<br />
menkofigurasikannya saja dalam satu port yang tergabung dalam satu VLAN<br />
yang dialokasikan untuk bagiannya sehingga pengguna tersebut dapat bekerja<br />
dalam bidangnya tanpa memikirkan apakah ia harus dalam ruangan yang sama<br />
dengan rekan-rekannya.</p>
<p>Hal ini juga mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membangun suatu<br />
jaringan baru apabila terjadi restrukturisasi pada suatu perusahaan,<br />
karena pada LAN semakin banyak terjadi perpindahan makin banyak pula<br />
kebutuhan akan pengkabelan ulang, hampir keseluruhan perpindahan dan<br />
perubahan membutuhkan konfigurasi ulang hub dan router.</p>
<p>VLAN memberikan mekanisme secara efektif untuk mengontrol perubahan ini<br />
serta mengurangi banyak biaya untuk kebutuhan akan mengkonfigurasi ulang<br />
hub dan router. Pengguna VLAN dapat tetap berbagi dalam satu network<br />
address yang sama apabila ia tetap terhubung dalam satu swith port yang<br />
sama meskipun tidak dalam satu lokasi. Permasalahan dalam hal  perubahan<br />
lokasi dapat diselesaikan dengan membuat komputer pengguna tergabung<br />
kedalam port  pada VLAN tersebut dan mengkonfigurasikan switch pada VLAN<br />
tersebut.</p>
<p>•Mengembangkan Manajemen Jaringan</p>
<p>VLAN memberikan kemudahan, fleksibilitas, serta sedikitnya biaya yang<br />
dikeluarkan untuk membangunnya. VLAN membuat jaringan yang besar lebih<br />
mudah untuk diatur manajemennya karena VLAN mampu untuk melakukan<br />
konfigurasi secara terpusat terhadap peralatan yang ada pada lokasi<br />
yang terpisah. Dengan kemampuan VLAN untuk melakukan konfigurasi<br />
secara terpusat, maka sangat menguntungkan bagi pengembangan manajemen<br />
jaringan.</p>
<p>Dengan  keunggulan yang diberikan oleh VLAN maka ada baiknya  bagi<br />
setiap pengguna LAN untuk mulai beralih ke VLAN. VLAN yang merupakan<br />
pengembangan dari teknologi LAN ini tidak terlalu banyak melakukan<br />
perubahan, tetapi telah dapat memberikan berbagai tambahan  pelayanan<br />
pada teknologi jaringan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=30&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-vlan-virtual-local-area-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.benpinter.net/images/topics/linux.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Linux Server</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.benpinter.net/images/topics/linux.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Linux Server</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/vlan1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">vlan1.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/vlan2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">vlan2.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Itu TCP/IP ??</title>
		<link>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-tcpip/</link>
		<comments>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-tcpip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 03:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TyOK</dc:creator>
				<category><![CDATA[TekNoloGi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-tcpip/</guid>
		<description><![CDATA[tcp/ip???….. Saya yakin pasti istilah TCP/IP sudah tidak aneh lagi di telinga kita, atau mungkin bisa dikatakan bagi pengguna internet istilah tersebut sudah merupakan hal yang biasa, dan bukan sesuatu yang aneh. Tapi ketika suatu saat ada yang menanyakan apa Itu TCP/IP .. emm mungkin bagi yang mendalami pendidikan informatika sudah pasti bisa menjelaskannya .. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=29&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>tcp/ip???</strong>…..</p>
<p><font color="#0000ff" face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Saya yakin pasti istilah TCP/IP sudah tidak aneh lagi di telinga kita, atau mungkin bisa dikatakan bagi pengguna internet istilah tersebut sudah merupakan hal yang biasa, dan bukan sesuatu yang aneh. Tapi ketika suatu saat ada yang menanyakan apa Itu TCP/IP .. emm mungkin bagi yang mendalami pendidikan informatika sudah pasti bisa menjelaskannya .. nah bagaimana untuk orang awal atau sebagai pengguna saja .. ketika di tanya oleh Anaknya yang ngotak-ngatik komputer .. biar ngak gaptek nih .. nah ada artikel menarik mengenai konsep dasar TCP/IP .. mudah-mudahan setelah membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan di bidang teknologi informasi … selamat membaca</font></font><span></span><br />
<font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>Konsep Dasar TCP/IP </strong></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/PI kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya “hacker” tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus <span>akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. </span>Untuk menjadi hacker dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman <span>seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.</span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span></span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya <span>ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. </span>Bagi anda yg memang udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi mereka yg pendatang baru (newbies).</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>1. Apa itu TCP/IP ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan <span>komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu  network (jaringan). </span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk berhubungan antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan / pemeriksaan error saat transmisi data.</span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg tersedia pada semua sistem berikut ini :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>Novel Netware, Mainframe IBM, Sistem digital VMS, Server Microsoft Windows NT, Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD, Personal komputer DOS.</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong><span>3. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?</span></strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong><span></span></strong></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP) <span>memungkinkan  pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim ataupun </span>menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data, maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui anonymous, alias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi FTP)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan <span>pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer </span>didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna <span>menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer </span><span>jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet </span>lebih lanjut)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">c. Computer mail. <span>Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail. </span>(lihat RFC 821 dan 822)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg <span>memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal. (lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)</span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan <span>suatu program didalam komputer yg berbeda. </span>Biasanya berguna jika <span>pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu system komputer. </span>Ada beberapa jenis remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu <span>yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg </span>menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program <span>untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg </span>berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan “rexec”)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.) RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam <span>internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun </span>omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board) <span>yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. </span>Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">S: standard, standar resmi bagi internet</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbankan utk standarisasi.</font></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol <span>melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar </span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>TCP/IP dapat saling menyesuaikan.</span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span></span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI * (Open System Interconnections), berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai “upper lever protocol” sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai “lower level protocol”. Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan <span>pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau dibawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport </span>diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yg penting karena suatu fungsi yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan <span>perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. </span>Proses ini dikenal sebagai “Peer process”. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang <span>langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. </span>Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat “interface” (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan <span>harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan </span>sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai “arsitektur jaringan”.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah overhead karena tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui “header”. Walaupun <span>rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul sehingga kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah. Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam secara keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar model referensi OSI tersebut.</span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Sekarang mari kita bahas keempat lapisan tersebut.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>a. Network Access</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal- sinyal dan karakteristik antarmuka tambahan media.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>b. Internet layer/ network layer</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang <span>mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik diidentifikasi oleh alamat jaringan. </span>Ketika jaringan menerima suatu pesan dari lapisan yang lebih atas, lapisan network akan menambahkan header pada pesan yang termasuk alamat asal dan tujuan jaringan. Kombinasi dari data dan lapisan network disebut “paket”. Informasi <span>alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan pesan ke jaringan yang benar, setelah pesan tersebut sampai pada jaringan yg benar, lapisan data link dapat menggunakan alamat node untuk mengirimkan pesan ke node </span>tertentu. </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut “routing” dan peralatan </span><span>yang meneruskan paket adalah “routers”. </span>Suatu antar jaringan mempunyai dua tipe node :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">“End nodes”, menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes menggunakan lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan kepada paket, tetapi tidak melakukan routing. End nodes kadang-kadang disebut “end system” (istilah OSI) atau “host” (istilah TCP/IP) </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena routing merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan peralatan tersendiri yg tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna akhir. </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Router kadang-kadang disebut “intermediate system” (istilah OSI) atau “gateway” (istilah TCP/IP). </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">lain itu juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data melalui antar jaringan. Protokol lapisan intenet yang utama adalah internet protokol, IP (RFC 791, lihat juga RFC 919, 922,950). IP menggunakan protokol-protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet. ICMP(dibahas nanti) digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan host ke host. Adapun fungsi IP :</font></font></p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Pengalamatan</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Fragmentasi datagram pada antar jaringan</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Pengiriman datagram pada antar jaringan</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Transport layer /host to host</font></font></p>
</li>
</ol>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Salah satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yg dibentuk oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport menggabungkan kembali fragment untuk mengembalikan pesan aslinya, sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport memerlukan proses <span>khusus pada satu komputer ke proses yg bersesuaian pada komputer tujuan. </span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Hal ini dikenal sebagai Service Access Point (SAP) ID kepada setiap paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port *).</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Mengenali pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga <span>pesan tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut </span>“multiplexing”. Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada proses yg benar disebut “demultiplexing”. Tanggung javab lapisan transport yg paling berat dalam hal pengiriman pesan adalah mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada <span>dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan </span>transport :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">a. <strong>Reliable delivery</strong>, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi <span>kesalahan akan dideteksi jika terjadi. </span>Pemulihan kesalahan dilakukan dengan jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah terjadi dan meminta pengirimna kembali paket yg kesalahannya terdeteksi.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">b. <strong>Unreliable delivery</strong>, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi <span>menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan</span>tersebut. Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan mengurangi penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan jika setiap paket mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable delivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering disebut “datagram delivery” dan paket-paket bebas yg dikerimkan dengan cara ini sering disebut “datagram”. </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP dan UDP. TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara <span>seksama untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan dan mengirimkan error ke lapisan ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan komunikasi (dibahas nanti). </span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan bandwidth jaringan yg besar.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak handal. Protokol ini hanya “semampunya” saja mengirimkan data. UDP tidak <span>akan berusaha untuk mengembalikan datagram yg hilang dan proses pada lapisan atas harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yg hilang atau rusak dan mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.</span></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span></span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">c. <strong>Application layer</strong>, Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yg ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat ditemukan program yg menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail server (email program), file transfer server (FTP program), remote terminal.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>Token Ring merupakan teknologi LAN data link yg didefinisikan oleh IEEE802.4 dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan </span>segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur ring. Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut memiliki token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan <span>dilewatkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring. </span><span>komputer port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan </span>keluar. Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan mouse sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port <span>berbentuk virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial </span>port (utk koneksi modem).</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Seperti yg telah dikemukakan diatas TCP/IP hanyalah merupakan suatu <span>lapisan protokol(penghubung) antara satu komputer dg yg lainnya dalam network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. </span>Untuk mengerti lebih jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email. Dalam pengiriman email ada beberapa prinsip dasar yg harus dilakukan. Pertama, mencakup hal-hal umum berupa siapa yg mengirim email, siapa yg menerima email tersebut serta isi dari email tersebut. Kedua, bagaimana cara agar email tersebut sampai pada tujuannya.Dari konsep ini kita dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan “perantara” yg memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti layaknya pak pos). Dan ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas masing-masing. </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">TCP merupakan connection-oriented, yg berarti bahwa kedua komputer yg ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu <span>sebelum pertukaran data ( dalam hal ini email) berlangsung. </span>Selain itu TCP juga bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut sampai <span>ke tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram * , TCP akan membaginya kedalam beberapa datagram. </span>IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk meroute data packet . didalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir <span>dari TCP dalam penyampaian datagram dan “tidak bertanggung jawab” jika </span><span>data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data yg dikirimkan) maka IP akan mengirimkan pesan kesalahan ICMP*. </span>Jika hal ini terjadi maka IP hanya <span>akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data. Karena IP “hanya” mengirimkan data “tanpa” mengetahui mana data yg akan disusun berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah “sumber dan tujuan” datagram. Hal inilah penyebab banyak paket hilang sebelum sampai kembali ke sumber awalnya. (jelas ! sumber dan tujuannya </span>sudah dimodifikasi)  </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Kalimat Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara <span>teknis, datagram adalah kalimat yg digunakan jika kita hendak </span>menggambarkan TCP/IP. Datagram adalah unit dari data, yg tercakup dalam protokol.  </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yg bertugas memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan potensial sering timbul (lengkapnya lihat RFC 792):</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">a. Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol tertentu tidak dapat dijangkau.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live habis.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana kesalahan terdeteksi.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tsb.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan data antara host.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Selain RFC 792 ada juga RFC 1256 yg isinya berupa ICMP router discovery <span>message dan merupakan perluasan dari ICMP, terutama membahas mengenai </span>kemampuan bagi host untuk menempatkan rute ke gateway.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>UDP</strong> memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP merupakan <span>protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman data atau </span>perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah penerimaan aliran data dan pembuatan segmen yg sesuai untuk IP.Akibatnya, UDP adalah <span>protokol sederhana yg berjalan dengan kemampuan jauh dibawah TCP. S</span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">ource port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram. Destination port, adalah port tujuan pada host penerima. Length, berisikan panjang datagram dan termasuk data. Checksum, bersifat optional yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak akan mengalami rusak (korup)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>TCP, </strong></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Seperti yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal dan bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya secara handal dan berurutan. Untuk memastikan diterimanya data, TCP menggunakan nomor urutan segmen dan acknowlegement (jawaban). Misalkan anda ingin mengirim file berbentuk seperti berikut :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">TCP kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram (untuk melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram yg bisa ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan besarnya datagram yg bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg terkecil darinya, untuk memudahkan). </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">TCP kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut. Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting adalah oktet ini berisikan sumber dan tujuan “nomor port (port number)” dan “nomor urut (sequence number)”. Nomor port digunakan untuk menjaga data <span>dari banyaknya data yg lalu lalang. </span>Misalkan ada 3 orang yg mengirim file. TCP anda akan mengalokasikan nomor port 1000, 1001, dan 1002 untuk transfer file. Ketika datagram dikirim, nomor port ini menjadi “sumber port (source port)” number untuk masing-masing jenis transfer. Yg perlu diperhatikan yaitu bahwa TCP perlu mengetahui juga port yg dapat digunakan oleh tujuan (dilakukan diawal hubungan). Port ini diletakan pada daerah “tujuan port (destination port)”. Tentu saja jika ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya akan terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port dan port tujuan menjadi source port.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-masing yg <span>berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan yg benar dan </span><span>agar tidak ada datagram yg hilang. </span>TCP tidak memberi “nomor” datagram, tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet data dalam setiap <span>datagram, datagram yg pertama mungkin akan bernomor urut 0, kedua 500, </span>ketiga 1000, selanjutnya 1500 dan eterusnya. Kemudian semua susunan <span>oktet didalam datagram akan diperiksa keadaannya benar atau salah, dan </span>biasa disebut dg “checksum”. Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP. Yg perlu diperhatikan ialah bahwa checksum ini dilakukan di kedua komputer yg melakukan hubungan. Jika nilai keberadaan susunan oktet antara satu checksum dg checksum yg lain tidak sama, maka sesuatu yg tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu gagalnya koneksi (lihat bahasan sebelumnya). </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya bagian <span>header ini terlibat sewaktu hubungan berlangsung. </span></font></font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Seperti ‘acknowledgement number’ misalnya, yg bertugas untuk menunggu jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum. Jika tidak ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu, maka data akan dikirim lagi.</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Window berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat, karena akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data yg </span>mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi dari nomor urutan pada segmen. Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk penggunaan mendatang.</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah). Ada enam kontrol bit :</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">a. URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set 0 diabaikan.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">b. ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">c. PSH, memulai fungsi push.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">d. RST, memaksa hubungan di reset.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">e. SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila diset maka hubungan di buka.</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">f. FIN, hubungan tidak ada lagi.</font></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>IP</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>TCP akan mengirim setiap datagram ke IP dan meminta IP untuk mengirimkannya ke tujuan(tentu saja dg cara mengirimkan IP alamat </span>tujuan). Inilah tugas IP sebenarnya. <span>IP tidak peduli apa isi dari datagram, atau isi dari TCP header. </span>Tugas IP sangat sederhana, yaitu <span>hanya mengantarkan datagram tersebut sampai tujuan (lihat bahasan sebelumnya). Jika IP melewati suatu gateway, maka ia kemudian akan </span>menambahkan header miliknya. Hal yg penting dari header ini adalah “source address” dan “Destination address”, “protocol number” dan “checksum”. “source address” adalah alamat asal datagram. “Destination address” adalah alamat tujuan datagram (ini penting agar gateway mengetahui ke mana datagram akan pergi). “Protocol number” meminta IP tujuan untuk mengirim datagram ke TCP. Karena meskipun jalannya IP menggunakan TCP, tetapi ada juga protokol tertentu yg dapat menggunakan IP, jadi kita harus memastikan IP menggunakan protokol apa untuk mengirim datagram tersebut. Akhirnya, “checksum” akan meminta IP tujuan untuk meyakinkan bahwa header tidak mengalami kerusakan. Yang perlu dicatat yaitu bahwa TCP dan IP menggunakan checksum yang berbeda. </font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><strong>3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?</strong></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS <span>akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada. Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi </span>bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :</font></font></p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg <span>dapat ditentukan untuk semua jaringan.</span></font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Meningkatkan efisiensi komunikasi data.</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah ada.</font></font></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Mudah dikonfigurasikan.</font></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet switching inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">(dibahas nanti) dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang <span>punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet. </span></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2">Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan <span>menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983. </span>Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan <span>sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan </span>TCP/IP. </font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="2"><span>Unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. </span>Tiap-tiap paket berisi identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus ditransfer.</font></font></p>
<p align="justify"><strong>BUAT REKAN-REKAN YG LEBIH MEMAHAMI DI MOHON MASUKAN <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> :)</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thekillerdoll.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thekillerdoll.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thekillerdoll.wordpress.com&amp;blog=1331203&amp;post=29&amp;subd=thekillerdoll&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thekillerdoll.wordpress.com/2007/07/12/apa-itu-tcpip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/651409d0d5247d70d4feb90bfa0279b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TyOK</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
